Dalam sebuah acara yang membahas materi advokasi dan karier, Bapak Sultan M. Tarmizi Korompot, S.pd seorang guru bimbingan konseling (BK) dari SMA Negeri 3 Gorontalo Utara, menyampaikan gagasan inovatif terkait peran guru BK dalam membantu siswa.
Pak Tarmizi menyoroti pentingnya guru BK untuk tidak hanya berfokus pada bimbingan akademis, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam advokasi bantuan pendidikan bagi siswa yang kurang mampu. Ia mengemukakan bahwa guru BK memiliki peran yang unik sebagai “orang lapangan” yang berinteraksi langsung dengan siswa, memahami kondisi kontekstual mereka, dan sering kali menjadi orang pertama yang mengetahui kesulitan finansial yang dihadapi siswa dan keluarganya.
”Kami guru bimbingan konseling itu berbasis kontekstual. Kita turun langsung ke siswa yang ternyata sangat membutuhkan bantuan,” Ujar Pak Tarmizi.
Selama ini, beasiswa sering kali memiliki standar nilai yang tinggi, seperti Bidikmisi, yang menurut Bapak Tarmizi lebih mudah diakses oleh siswa dari keluarga yang mampu karena mereka memiliki waktu dan sumber daya untuk belajar. Namun, ia melihat kenyataan di lapangan di mana banyak siswa miskin harus membagi waktu antara sekolah dan membantu orang tua, sehingga sulit mencapai nilai akademis tinggi.
Oleh karena itu, Bapak Tarmizi mengusulkan agar dinas terkait, baik dari dinas pendidikan maupun dinas sosial, dapat memberikan sosialisasi khusus kepada para guru BK mengenai berbagai jenis bantuan dan beasiswa yang tidak hanya berlandaskan pada nilai akademis.
”Kalau bisa, kita sebagai guru bimbingan dan konseling diberikan sosialisasi tentang semua jenis bantuan yang ada di pemerintahan, entah itu dari dinas sosial, dinas pendidikan, ataupun dari kampus,” harapnya. “Karena kita melihat secara kontekstual, bukan berbasis data.”
Gagasan ini mendapatkan respons positif, karena dianggap sebagai “reformasi” dalam pendekatan bimbingan konseling, yang sebelumnya belum pernah dilakukan secara terstruktur. Inisiatif ini diharapkan dapat memastikan setiap siswa, terlepas dari latar belakang ekonomi mereka, memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih masa depan yang lebih baik.




